cara-meningkatkan-amal-ibadah-puasa

 

Awal bulan suci telah Kita lewati dan sekarang sudah masuk hari ke-3 Kita menjalankan Ibadah Puasa. Bulan Ramadhan ini adalah momen dimana menjadi ladang untuk menanam amal kebaikan agar mendapat Ridha-Nya. Nah, bagaimana cara meningkatkan amal ibadah puasa ramadhan Kita? yuk simak lebih lanjutnya

  • Niat ikhlaslah dalam melakukannya.

Karena semakin besar kekuatan ikhlas dalam beramal, semakin besar pula pahala amalan tersebut. Allah berfirman:

“…dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki…” [QS. Al-Baqarah: 261]. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa: “yang demikian itu bergantung pada (tingkat) keikhlasannya.”

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah  juga bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keyakinan (akan pahalanya) dan niat yang ikhlas dalam meraih ganjaran dari Allah, maka pasti dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.” [HR. Bukhari: 38 & Muslim: 760]

Termasuk dalam hal ini adalah adanya tekad dan niat yang besar untuk melaksanakan sunnah-sunnah Ramadhan kendati terhalang oleh udzur berupa kelemahan fisik dan harta. Seperti berangan-angan dan bertekad agar bisa melaksanakan umroh saat Ramadhan, atas dasar keyakinan akan janji Rasulullah r dalam sabdanya kepada Ummu Sinaan al-Anshoriy radhiallaahu’anha:

  • Lakukan Amalan yang Sesuai Tuntunan Rasulullah

Semakin sungguh-sungguh seorang hamba dalam usaha menyelaraskan diri dengan tuntunan Rasulullah baik yang diperintahkan, dianjurkan, atau dicontohkan melalui ucapan dan perbuatan beliau , maka semakin besar pula pahala yang diraih oleh hamba tersebut.

Contohnya dengan mengerjakan amalan-amalan pada waktu, tempat, dan kondisi yang dianjurkan, seperti; sholat Tarawih di masjid secara berjama’ah di sepertiga malam yang akhir, bermujahadah dalam ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan, mengkhatamkan al-Qur-aan, dan senantiasa menjaga wudhu.

  • Utamakan Amalan yang Wajib, Lalu Amalan Sunnah

Dalil yang menjadi landasan ini adalah sabda baginda Rasulullah dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah :

“..tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan yang lebih aku cintai daripada amalan-amalan wajib. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sampai Aku mencintainya…”[6]

Hadits ini menunjukkan secara jelas bahwa amalan wajib lebih dicintai Allah daripada amalan sunnah. Dengan demikian, jelaslah kekeliruan sebagian muslimin yang begitu bersemangat melaksanakan sholat Tarawih berjama’ah di masjid, sementara sholat fardhu mereka tunaikan di rumah masing-masing.

  • Melakukan Amalan Sunnah yang Berkelanjutan

Melakukan amalan secara konsisten dan berkelanjutan sekalipun terbilang sedikit secara kuantitas. Janganlah seorang memaksakan diri mengkhatamkan al-Qur-aan dalam tiga hari, sehingga ia luput dari sunnah membaca dengan tartil dan tadabbur, lalu setelah itu dia tidak pernah lagi membaca al-Qur-aan. Karena jika hamba yang bersemangat ini membaca al-Qur-aan walau beberapa ayat saja sesuai kemampuannya, namun disertai tartil, tadabbur, dan konsistensi, tentu itu jauh lebih utama baginya. Karena Rasulullah r bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا، وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling konsisten dan kontinyu, sekalipun hanya sedikit.”[8]

Itulah beberapa cara yang bisa Kita terapkan untuk meningkatkan amalan Ibadah Puasa dibulan suci ramadhan ini semoga bisa Kita terapkan bersama agar dapat meraih ridha-Nya. Aamiin ya Rabb